WIKA Tetap Rencana Terbitkan Saham Baru Rp 2 Triliun
Tuesday, 03 May 2016 - 15:05:34
foto: beritasatu.com
CIKANEWS/infrastruktur - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) tetap berencana menerbitkan saham baru atau “rights issue” lantaran penyertaan modal negara (PMN) dibatalkan. Emiten konstruksi pelat merah tersebut akan mengusulkan kepada Kementerian BUMN untuk melakukan rights issue dengan target perolehan dana sekitar Rp 2 triliun.
Bintang Perbowo, Direktur Utama WIKA, mengatakan, penguatan modal ini perlu untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pemerintah. "Pekan depan kami akan meminta izin kepada pemegang saham mayoritas terkait rencana rights issue sekitar 9%-10% dilusi jika PMN tidak jadi," kata Bintang, Kamis (28/4).
Menurut Bintang, berkurangnya saham pemerintah di WIKA dianggapnya tidak masalah. Pasalnya pemerintah masih tetap sebagai pemegang saham pengendali (PSP). Bintang mengatakan, right issue tersebut tetap akan dilaksanakan meskipun DPR telah menyetujui suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari APBN 2016. "Fund rising, nanti kita minta izin ke pemegang saham, kalau PMN jadi kita lebih kuat, kalau belum tahu PMN kapan kami akan right issue," imbuhnya.
Jika rencana rights issue mendapat lampu hijau, maka porsi kepemilikan pemerintah turun menjadi sekitar 55%. Tahun ini, WIKA menyiapkan belanja modal sebesar Rp 6,98 triliun. Ini turun dari rencana semula yakni Rp 10,6 triliun karena ketidakpastian PMN.
WIKA juga membidik proyek -proyek kelistrikan, baik sebagai kontraktor maupun investor. WIKA tengah mengerjakan proyek engineering, procurement and construction (EPC) dengan Mitsubishi Coporation dengan total nilai kontrak Rp 2,4 triliun.
Hingga pertengahan pekan terakhir April, WIKA mengantongi kontrak baru Rp 8,76 triliun atau sekitar 16,7% dari target tahun ini, yakni Rp 52,2 triliun. Perolehan kontrak baru tersebut di luar beberapa kontrak baru yang akan diperoleh pekan ini. "Ada beberapa yang tinggal penandatangan SPK," ujar Bintang.
(MAL)