Cika Indonesia
Client Sign In
Kemajuan Walini Sebagai Kota Baru Kian Melesat
Tuesday, 12 Jan 2016 - 16:41:36
foto: antaranews.com

Membangun Kota Yang Ramah
CIKANEWS/infrastruktur - Walini bakal menjadi percontohan sebuah kota yang dibangun sebagai ekses dari kehadiran angkutan berbasis rel. properti-properti Bandung Barat ini akan terhubungkan dengan kereta ringan atau setidaknya bus feeder dengan stasiun kereta cepat. Bahkan, kota baru itu harus menjadi antitesis kota-kota mandiri berbasis mobil lainnya di koridor Jakarta-Bandung, seperti Kota Baru Parahyangan, Kota Jababeka, dan Kota Lippo Cikarang.
 
Ahli transportasi dari Unika Soegijapranata, Semarang, Djoko Setijowarno, bahkan menantang perencana kota Walini untuk meniadakan fasilitas pintu tol, walau Kota Walini sesungguhnya berimpitan dengan Jalan Tol Cipularang, Cikampek, Purwakarta, dan Padalarang. Tepatnya, di Kilometer 106-108 Tol Cipularang.
 
"Walini tentunya harus memilih apakah ‘siap’ sebagai kota yang dihubungkan dengan kereta cepat, atau kota yang tetap bergantung pada kendaraan pribadi," ujar Djoko. Tentu saja ada keseimbangan antara angkutan jalan raya dan angkutan berbasis rel.
 
Bagi perencana kota, ini jelas pilihan menarik. Lebih menarik lagi jika menentukan perencanaan kota berdasarkan tema yang meniru nama kota-kota Eropa seperti Monako dan Paris. Istimewanya bila ada tema kota seperti kota kreatif, kota seni, dan kota desainer.
 
Kemudian, kota itu tidak semata untuk hanya ‘datang dan pergi’ secara individu, tetapi dihidupkan oleh interaksi antarpenghuni dan sekitarnya. Interaksi itu difasilitasi dengan jaringan telekomunikasi maupun ruang publik bersahabat berbentuk taman, bukan justru membangun jalan dan gedung parkir yang menghabiskan ruang.
 
Rencana Kereta Cepat
Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung untuk mendukung pengembangan kota baru Walini dan akan dikembangkan pusat bisnis baru yang terdiri dari kawasan komersial, pendidikan, hunian, dan fasilitas kesehatan.
 
"Bukan hanya pembangunan kereta cepat, karena yang utama adalah pengembangan kota baru Walini. Kereta cepat hanya merupakan moda transportasinya," kata Ketua Tim Gugus Tugas Komunikasi Publik BUMN Wianda Pusponegoro, Senin (11/1), di Jakarta.
 
Menurut Staf Khusus PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) untuk proyek kereta cepat (HSR) Hendra Mardiana, sebelum ada proyek kereta cepat, PTPN VIII telah membuat rencana induk pengembangan kawasan agrobisnis dan wisata terpadu Walini sejak 2005. Alasannya, pembangunan Jalan Tol Purbaleunyi mengakibatkan iklim mikro berubah yang mengakibatkan turunnya produktivitas teh sehingga dibutuhkan bisnis baru bagi PTPN VIII.
 
Dengan adanya rencana pembangunan kereta cepat, PTPN VIII diminta bergabung untuk mengembangkan sentra ekonomi baru koridor Jakarta-Bandung. PTPN VIII telah menyiapkan lahan 2.900 ha untuk kota baru Walini yang akan dikembangkan. Direncanakan terdapat beberapa sentra bisnis di setiap stasiun yang disinggahi kereta cepat, yakni di Halim, Karawang, Walini, dan Gedebage. Di sentra bisnis tersebut, juga akan dibangun kawasan komersial, hunian, pendidikan, dan kesehatan.
 
Hingga saat ini, lanjut Hendra, pihaknya masih mengurus perizinan. Semua perizinan ditargetkan selesai sebelum pencanangan 21 Januari. "Rekomendasi dari Gubernur Jabar, Gubernur DKI Jakarta, termasuk bupati dan wali kota sudah keluar semua," kata Hendra.

(KML - Diolah dari berbagai sumber)

Call us (021) 7591 5993

Please call us at office time 08.00 - 17.00 Monday - Friday

Cika-indonesia.com - Copyright © 2026 All rights reserved.