foto: indomigas.com
CIKANEWS/energi - PT Pertamina (Persero) akan menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax series hingga Pertalite yang berlaku mulai besok, 5 Januari 2016. Penurunan harga BBM non subsidi ini bersamaan dengan penurunan harga Premium dan Solar yang sudah diumumkan pemerintah pada 23 Desember 2015.
Turunnya harga bahan bakar (BBM) non subsidi ini menjadi “kado” awal tahun dari pemerintah. Hal itu dikarenakan mulai besok tidak hanya harga premium dan solar saja yang turun, akan tetapi harga pertamax cs dan pertalite juga ikut diturunkan.
PT Pertamina (Persero) menegaskan alasan penurunan harga bahan bakar BBM non subsidi tersebut bukanlah untuk mencegah pergeseran konsumen ke BBM subsidi. Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang mengatakan penurunan harga Pertamax CS tersebut bukan untuk mengantisipasi beralihnya konsumen dari produk BBM non subsidi ke BBM jenis Premium dan Solar karena harga kedua produk tersebut akan turun di hari yang sama. "Tidak, bukan untuk mengantisipasi perpindahan konsumen ke Premium, tapi memang harganya perlu turun," kata Bambang, saat berbincang denganLiputan6.com, di Jakarta, Minggu (3/1/2015).
Berdasarkan perhitungan Pertamina, harga Pertamax CS memang sudah waktunya untuk turun. Dua komponen utama pembentuk harga BBM yaitu harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) telah mengalami penurunan sehingga bisa mendorong penurunan harga BBM Non subsidi.
Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menjelaskan, penurunan harga Pertamax series hingga Pertalite dikarenakan mengikuti pergerakan harga pasar yang berlaku serta komponen penetapan harga BBM. "Harga indeks pasarnya turun, maka kami sesuaikan," kata Wianda.
Berikut Penurunan harga BBM yang berlaku mulai 5 Januari 2016:
- Premium turun dari Rp 7.300 per liter menjadi Rp6.950 per liter. Jika pungutan Dana Ketahanan Energi disepakati, maka harga jual Premium ditambah Rp 200 per liter menjadi Rp 7.150 per liter.
- Solar turun dari Rp 6.700 menjadi Rp 5.650 per liter. Jika pungutan Dana Ketahanan Energi disepakati, maka harga solar ditambah Rp 300 menjadi Rp 5.950 per liter.
- Pertalite dengan RON 90 turun Rp 250 per liter menjadi Rp7.950 per liter dari harga Rp 8.200 per liter.
- Pertamax dengan RON 92 turun Rp 200 per liter menjadi Rp8.450 per liter dari harga Rp 8.650 per liter.
Sedangkan penurunan harga Pertamax dengan RON 95 dan Pertamina Dex juga akan turun dengan kisaran Rp 200 per liter.
(YAS)