foto: Antarafoto.com
CIKANEWS/perbankan - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan bahwa pemerintah akan terus mendorong perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia dengan mekanisme Initial Publik Offering (IPO). Hal tersebut diungkapkannya usai menutup perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2015 di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (30/12).
Menurut Kalla, dengan melantai di bursa maka BUMN bisa lebih transparan. Selain itu, langkah tersebut dinilai lebih mudah dalam mempercepat program pendalaman pasar nasional. "Ya karena itu juga cara mencari modal yang lebih murah," ujar Kalla, Rabu (30/12/2015).
Melalui IPO, perusahaan pelat merah dapat meraup peningkatan dividen enam kali lipat melalui kucuran dana segar. "IPO itu punya dua fungsi, di samping meraih fund atau meningkatkan modalnya, juga untuk transparansinya timbul," tutur pria kelahiran Makassar ini.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyatakan akan bekerja keras untuk mendorong perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masuk pasar modal. Pasalnya dengan bertambahnya perusahaan BUMN ke bursa bisa menggerakkan pasar lebih besar.
"Ya tentu saja kita mengharapkan yang baik untuk perbankan (IPO), rencananya kita juga mengundang para pemain besar masuk ke pasar modal, seperti komentar pak Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mendukung perusahaan-perusahaan BUMN masuk ke pasar modal," urai Muliaman D Hadad, Ketua Dewan Komisioner OJK di Jakarta, Rabu (30/12).
Dengan banyaknya perusahaan BUMN ke pasar modal, dia meyakini, maka bursa akan lebih banyak diisi oleh investor domestik. Dengan begitu dominasi investor asing perlahan dapat tergeser.
Dalam mempermudah perusahaan BUMN untuk merealisasikan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO), Muliaman akan mempermudah dan mempersingkat semua urusan perusahaan yang ingin melantai di Bursa Efek Indonesia. Nantinya, pengurusan IPO yang sebelumnya 45 hari akan dipersingkat menjadi 35 hari.
Sejumlah anak usaha BUMN telah melakukan IPO antara lain PT PP Properti Tbk yang merupakan anak usaha PT PP Properti Tbk, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).
Sebelumnya ada sejumlah anak usaha BUMN yang dikabarkan akan IPO antara lain PT PLN Batam, anak usaha PT PLN (Persero). Ada juga PT Pertamina Geo Energy dan PT Pertamina Drilling Services yang merupakan anak usaha PT Pertamina.
(DWP)