Jokowi: Kereta Massal Atasi Kerugian Akibat Kemacetan
Wednesday, 30 Mar 2016 - 16:37:08
foto: istimewa
CIKANEWS/transportasi - Presiden Joko Widodo mengatakan, terjadi pemborosan atau uang hilang sia-sia mencapai Rp 35 triliun di area Jabodetabek dan area rute Jakarta-Bandung karena kemacetan. Kemacetan di Jakarta menyebabkan kerugian Rp 28 triliun per tahun. Sedangkan, kemacetan Jakarta-Bandung menimbulkan kerugian Rp 7 triliun per tahun.
"Ini yang akan kita hilangkan (kemacetan). Tiap tahun, negara kehilangan Rp35 triliun. Ini tiap tahun. Ini mutlak dilakukan pembangunan, agar uang tidak hilang percuma karena macet," kata Jokowi.
Jokowi mengungkapkan, pemerintah sudah membuat solusi dengan membangun jaringan kereta massal dalam kota (LRT dan MRT) namun perlu ada jaringan penyambung antara Jabodetabek dan Bandung Raya. Jaringan penyambungnya adalah kereta cepat. Karenanya pengembangan jaringan kereta cepat sudah sangat diperlukan.
"Secara makro perhitungan dibangun MRT dan LRT di Jabodetabek kemudian Bandung Raya dibuat LRT. Tapi sambungannya apa? Ya kereta cepat. Itu hitung-hitungan negara," ungkapnya.
Dengan akan adanya kereta cepat Bandung-Jakarta maka diharapkan nantinya akan ada integrasi antara mass rapid transit (kereta bawah tanah), busway, kereta bandara, kereta komuter dan kereta cepat.
Presiden menambahkan, integrasi angkutan berbasis rel akan mengurangi kemacetan di kota-kota besar dan meminta agar angkutan umum berbasis rel juga terintegrasi dengan bandara.
"Saya ingin semua terintegrasi dengan bandara. Di Palembang sudah terintegrasi. Di Jakarta gimana? Apa sebaiknya LRT ke sana atau kereta cepat yang ke sana. Semua ada hitung-hitungannya," tambahnya.
(YAS)