foto: istimewa - cikaindonesia.com
CIKANEWS/transportasi - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) tahun ini menyiapkan dana Rp 1,55 triliun untuk meningkatkan penyertaan modal ke anak usahanya. Suntikan dana terbesar akan diberikan kepada anak usaha yang menggarap proyek high speed rail (HSR) atau kereta api cepat Jakarta-Bandung yakni PT Kereta Api Cepat Indonesia-China (KCIC).
"Tahun ini kita berencana tambah modal KCIC Rp 800 miliar," kata Sekretaris Perusahaan WIKA Suradi Wongso.
Bintang Perbowo, Direktur Utama WIKA mengatakan, mengatakan modal KCIC tersebut kurang sehingga masih harus terus dilakukan penambahan agar China Development Bank (CDB) menyalurkan pinjaman sebesar 75% dari nilai proyek HSR tersebut.
"Kita harus setor modal dulu baru CDB kasih pinjaman sesuai dengan porsi modal yang telah kita setor. Porsi WIKA nanti bisa sampai Rp 4,1 triliun-Rp 4,2 triliun, itu akan ditambah secara bertahap. Tahun ini kita sudah masukan dalam RKAP untuk tambah modalnya Rp 800 miliar." Tutur Bintang.
KCIC merupakan perusahaan patungan antara konsorsium BUMN China dan Pilar Sinergi BUMN Indonesia dengan kepemilikan masing-masing 40% dan 60%. Sementara WIKA menjadi pemimpim konsorsium BUMN Indonesia dengan porsi 38%.
Saat ini KCIC telah menyetor modal awal Rp 1,25 triliun sebagai syarat kepemilikan modal badan usaha di bidang transportasi sesuai Peraturan Menteri Perhubungan no 45 tahun 2015. Dengan porsi 38% dari kepemilikan PSBI, WIKA telah menyetorkan bagiannya sebesar Rp 285 miliar.
Suradi mengatakan penambahan modal anak usaha tersebut akan dialokasikan dari belanja modal (Capital expenditure/capex) yang dianggarkan tahun ini sebesar Rp 10,5 triliun dengan asumsi memperoleh Penambahan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 4 triliun. Sementara jika tanpa PMN, capex WIKA akan mencapai Rp 4,7 triliun yang berasala dari ekuitas sebesar Rp 1,7 triliun dan Rp 3 triliun dari utang.
Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri mengatakan penyuntikan modal anak usaha cukup positif terutama untuk KCIC.
"Proyek HSR (High Speed Rail) itu pasti jalan karena pendanaannya 75% dari China Development Bank," katanya. Hans bilang, jika WIKA memperoleh PMN tahun ini maka pendanaan untuk ekspansi dan suntikan modal anak usahanya tidak akan menjadi masalah.
(DWP)